Mata Sabit
Di ujung malam ada tangan Tuhan yang membuka celah antar dimensi
aku begitu ingin kesana dalam sebuah bentuk kepalsuan
aku bersembunyi dalam ruh yang terkekang oleh pekatnya persekutuan jahanam
berbisiklah wahai raut seribu wajah kepada jiwa yang telah mengubah malam
ini adalah penjara dengan tiang-tiang beludru dengan bidadari bersayap dan bertaring
lihatlah ada separuh bulan dimataku
tempat para wanita yang berjalan tanpa urat nadi sedang bercengkrama
merekalah yang bermata sabit serta berpayung duka
mengajakku bercumbu dan memainkan luka.
Komentar
Posting Komentar