Kepada puisi aku mengadu
Kepada puisi aku mengadu,,,
ada mata yang menikamku meninggalkan lubang menganga pada senja
setiap merah bukan darah tanpa kehidupan tapi aku berbincang tentang matinya sebuah harapan
kepada puisi aku mengadu,,,
ada nafas yang berhembus memainkan detak jantungku dan membenahi mimpi-mimpi
kupandangi ia dengan lembut tapi ia terlalu sibuk memetik air mata dan berlalu
kepada puisi aku mengadu,,,
aku adalah denting dalam gelas kosong hatinya
aku adalah minor dalam nada dan serenada
puisi aku ingin menari sendiri saja karena aku tak tahu ia dada dimana.
Komentar
Posting Komentar