“TANYA?” - Linda untuk yang pertama
Sst. .
Seorang
perempuan terdiam dalam sepi,
Terdengar
tek. .tek. .tek. .tek. .detak jarum jam
Seolah
tertukar dengan suara detak jantung
Sst. .
Seketika
perempuan terdiam
Dengan
alasan
Sekejap
fikirannya menangkap sosok sang hyang
Yah. .
Dia.
.dia. .
Sang
hyang datang
Dengan
gagah berbalut busana dari baja,
Menaiki
kuda putih Sumbawa, dengan pelana dari emas.
Dengan
yakin.
Sang
hyang tegap berurut paling awal
Untuk
semua.
Salut.
.Hebat. .!
Hanya
itu yang bisa perempuan ucapkan
Sambil
memandang sang hyangnya, dari jeruji lamunan yang mengikat
Mahkota anggun sang hyang yang menempel kokoh
di kepalanya,
Seakan
memberi semangat kepada semua
Takut.
.?
Bukan
alasan. .
Yakin.
.!
Adalah
landasan. .
Itu
yang membuat sang perempuan tersenyum kagum
Lalu.
.
Perempuan
berbisik perlahan
“PANGERANKU”
Sst. .
Tersadar
sang perempuan dari lamunan.
Sambil
berkata
“Sang
hyang itu DIA!”
Yah. .
Dia. .!
Pageran
perang dari Sumbawa
Yang
sekarang menyusul waktu.
Waktu?
Tunggu
dulu?
Itu
dia. .
Apa
dia itu aku?
Yang
masih bertanya pada matanya
Apa
pangeranku satu denganku?
Aku
tersudut kaku,
Semua
karena pangeranku.
Komentar
Posting Komentar